Memuridkan Keluarga Kita
Pdm. Jhonny Alexander - Pelayanan Jemaat
Hakim-hakim 11:34-36
Ketika Yefta pulang ke Mizpa ke rumahnya, tampaklah anaknya perempuan keluar menyongsong dia dengan memukul rebana dan menari-nari. Dialah anaknya yang tunggal ; selain dari dia tidak ada anaknya laki-laki atau perempuan.
Demi dilihatnya dia, dikoyakkannyalah bajunya, sambil berkata; “Ah, anakku, engkau membuat hatiku hancur luluh dan engkaulah yang mencelakan aku; aku telah membuka mulutku bernazar kepada TUHAN, dan tidak dapat aku mundur.”
Tetapi jawabnya kepada nya; “Bapa, jika engkau telah membuka mulutmu bernazar kepada Tuhan, maka perbuatlah kepadaku sesuai dengan nazar yang kau ucapkan itu, karena TUHAN telah mengadakan bagimu pembalasan terhadap musuhmu, yakni bani Amon itu.”
Yefta adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa. Pada jamannya, dialah yang membebaskan bangsa Israel dari penindasan musuh mereka, orang-orang bani Amon. Yefta adalah anak dari seorang yang bernama Gilead. Ibunya adalah seorang perempuan sundal. Setelah besar, saudara-saudaranya dari lain ibu, mengusir dia. Yefta lari dan tinggal di daerah Tob. Di sana, dating berkumpul petualang-petualang yang pergi merampok bersama dengan dia. Yefta menjadi pemimpin mereka.
Dia memiliki keluarga, seorang isteri dan seorang anak perempuan, anak tunggalnya.
Ketika bangsa Israel ditindas oleh orang-orang Amon, para tua-tua Gilead datang kepadanya dan meminta tolong kepadanya. Yefta menjadi kepala dan panglima atas mereka. baca selengkapnya |